Semesta Parmin Bab 3 : Lomba Logo Nasional
Bab 3 : Parmin dan Lomba Logo Nasional
Cerita Seorang Parmin
Bab 3 : Parmin dan Lomba Logo Nasional
Di alam burung ada satu jenis burung yang suka mengumpulkan benda berkilau.
Tutup botol.
Kaca kecil.
Koin logam.
Ia menyusunnya di sarang untuk menarik pasangan.
Semakin berkilau sarangnya, semakin besar peluang kawin.
Parmin juga mengumpulkan sesuatu.
Bukan koin.
Bukan kaca.
File.
Folder laptopnya penuh dengan nama yang hampir sama:
Logo_Final.cdr
Logo_Final_FIX.cdr
Logo_Final_FIX_BGT.cdr
Logo_Final_FIX_BGT2.cdr
Semua berkilau.
Tidak ada yang dibayar.
Suatu malam Parmin melihat pengumuman di Facebook.
LOMBA DESAIN LOGO NASIONAL
HADIAH 50 JUTA
Ia menatap layar lama.
“Mas, ikut aja,” kata Mbak Atik.
“Lumayan kalau menang.”
Parmin tersenyum tipis.
Di Konoha, lomba desain itu seperti memancing di laut yang penuh nelayan.
Umpannya kecil.
Pancingnya ribuan.
Tapi Parmin tetap ikut.
Ia membuat logo sampai jam tiga pagi.
Burung.
Matahari.
Padi.
Buku.
Simbol-simbol yang selalu disukai panitia.
Ia kirim file itu.
Lalu menunggu.
Seminggu.
Dua minggu.
Tiga minggu.
Pengumuman akhirnya keluar.
Pemenangnya:
Putra Ketua Panitia
Logo itu mirip.
Sangat mirip.
Bedanya hanya warna.
Parmin menatap layar.
Ia tidak marah.
Ia hanya tertawa kecil.
Di alam hutan, hewan yang kuat memakan yang lemah.
Di Konoha, yang kuat membuat lomba.
Parmin menutup laptop.
Ia membuat kopi sachet.
Di luar, jangkrik kembali berbunyi.
Ia tiba-tiba sadar sesuatu.
Mungkin hidupnya memang bukan untuk menang lomba.
Mungkin hidupnya hanya untuk terus membuat Logo_Final_FIX_BGT3.cdr.
Dan berharap suatu hari ada yang benar-benar membayar.
Posting Komentar