Semesta Parmin : Desainer Berpenghasilan 2M (Makasih & Maaf)

Daftar Isi
Semesta Parmin

Bab I
Desainer Berpenghasilan 2 M

Cerita Seorang Parmin

ForSastra · Cerpen · Satir
cerpen satir rumah tangga negeri konoha parmin desainer freelance

Bab I
Desainer Berpenghasilan 2 M

Jangkrik jantan akan menggesekkan sayapnya berjam-jam demi menarik betina. Kadang betinanya kabur. Kadang jangkriknya mati duluan.

Parmin sudah 4 bulan bikin logo, tapi semua "klien" bilang: “Wah keren, Makasih Mas, Maaf, Saya belum ada budget buat bayar. Ngutang dulu ya?”

Parmin menunduk. Ini sudah proyek ke-14 dalam 6 bulan. Sudah 3M. “Makasih Mas, Maaf.”

Kalimat itu kalau bisa diuangkan, Parmin sudah bisa beli rumah tipe subsidi lengkap dengan jemuran lipat.

Dompetnya kosong, tapi laptopnya penuh dengan file berlabel: Logo_Revisi_Final_FIX_FIX_AKHIR_BGT_FINAL2.cdr.

Ia tinggal di rumah petak yang dindingnya lebih banyak lubang daripada motivasi hidupnya.

Tikus bahkan tidak perlu bikin jalan tikus lagi—mereka tinggal lewat sela kayu atau lubang ventilasi, seperti tamu undangan yang datang tanpa RSVP.

Tiap pagi Parmin bangun, menyisir rambut pakai air wudhu, mencium anaknya yang masih tidur, dan berkata lirih: “Ya Allah, semoga hari ini ada invoice cair. Kalau pun enggak cair, setidaknya ada promo indomie di Alfamart.”

Tidak ada yang cair.

Invoice tetap menggantung di spreadsheet, seperti impian masa muda yang digantung mantan karena belum mapan.

“Freelance itu singkatan dari freedom tanpa finance,” katanya pada diri sendiri sambil ngopi sachet rasa gaji bulanan yang belum tiba.

Kadang ia iri pada jangkrik jantan. "Paling enggak, jangkrik itu kalau gagal kawin masih bisa mati dengan terhormat. Lah aku? Gagal project, terus disuruh revisi 12 kali gratis."

Sementara di luar jendela, suara jangkrik malam terus berbunyi.

Mungkin mereka bernyanyi. Mungkin mereka sedang mengeluh. Atau mungkin mereka sedang menertawakan manusia bernama Parmin, yang berpenghasilan 2M per proyek: Makasih Mas. Maaf.

● ● ●

Posting Komentar